Senin, 19 Desember 2016

GRUP COMMUNICATION

Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari aktivitas sehari-hari. Kelompok baik yang bersifat primer maupun sekunder, merupakan wahana bagi setiap orang untuk dapat mewujudkan harapan dan keinginannya berbagi informasi dalam hampir semua aspek kehidupan. Ia bisa merupakan media untuk mengungkapkan persoalan-persoalan pribadi (keluarga sebagai kelompok premier), ia dapat merupakan sarana meningkatkan pengetahuan para anggotanya (kelompok belajar) dan ia bisa pula merupakan alat untuk memecahkan persoalan bersama yang dihadapi seluruh anggota (kelompok pemecah masalah). Jadi banyak manfaat yang bisa dipetik bila ikut terlibat dalam suatu kelompok yang sesuai dengan rasa ketertarikan. Orang yang memisahkan atau mengisolasikan dirinya dengan orang lain dapat dikatakan sebagai orang yang antisosial.
Bahkan perilaku seseorang bukan hanya disebabkan oleh “pembawaan” mereka, melainkan juga karena pengaruh kelompok rujukan yang diidentifikasi mereka. Kita semua menjadi anggota kelompok, bahkan berbagai kelompok. Kelompok menetukan cara Anda berkata, berpakaian berkerja, juga keadaan emosi anda, suka dan duka Anda, karena itu komunikasi kelompok telah digunakan untuk saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan kesehatan jiwa dan meningkatkan kesadaran.
Lebih mendalam tentang hal komunikasi kelompok akan dibahas dalam makalah ini.

Komunikasi kelompok ialah komunikasi antara seseorang dengan kelompok orang dalam situasi tatap muka. Kolompok tersebut bisa kecil, dapat juga besar, tetapi berapa jumlah orang yang termasuk kelompok kecil dan berapa jumlahnya yang termasuk kelompok besar tidak ditentukan dengan perhitungan secara eksak, dengan ditentukan secara berdasarkan ciri dan sifat komunikan dalam hubungannya dengan proses komunikasi. Di sini yang dimaksudkan dengan komunikasi kelompok adalah komunikasi secara tatap muka, seperti komunikasi yang terjadi pada rapat, briving, dan upacara bendera.

Sumber : http://bayjagad.blogspot.co.id/2016/10/grup-communication.html

CYBER COMMUNITY

Perkembangan Teknologi khususnya penggunaan dunia maya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Salah satu bentuk kemajuan internet adalah muncul apa yang disebut cyber world atau dunia maya. Dimana kita dapat mengakses kapanpun, dimanapun, hubungan secara langsung ataupun tidak langsung. Burhan Burgin (2009 : 296), teori komunikasi dunia maya atu yang sering di kenal teori cybercommunity merupakan teori paling akhir dalam pengembangan ilmu komunikasi atau sosiologi komunikasi.
                Cyber world melahirkan berbagai macam komponen yaitu salah satunya cyber community. Cyber community mendorong munculnya sebuah ruang kehidupan baru yang sangat prospektif bagi aktivitas manusia nilai efisiensinya yang sangat tinggi. Tanpa kita sadari cyber community sering kita gunakan dalam dunia maya pada saat menggunakan facebook (antaranews.com:Pengguna Facebook di Indonesia tertinggi ketiga dunia). . Pengguna facebook di Indonesia tercatat menempati posisi ke tiga tertinggi di dunia. Kebanyakan orang menggunakan facebook juga untuk berbagi informasi, mendukung dalam pemilu contoh komunitas yang akan diangkat adalah komunitas pendukung Jokowi. Lainnya adalah terdapat komunitas koin untuk prita.

 Burhan Burgin (2009 : 296), Teori komunikasi dunia maya atau yang sering di kenal teori Cybercommunity merupakan teori paling akhir dalam pengembangan ilmu komunikasi atau sosiologi komunikasi. Kajian kajian tentang perkembangan teknologi telematika menjadi sangat urgen terutama yang berhubungan dengan perkembangan media baru (new media). New media banyak menekankan bagaimana kontruksi sosial media memberi kontribusi terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Persoalan cyber seperti perumpamaan “ruang waktu” bahwa manusia memiliki kehidupan baru diatas dunia nyata.
Teori ini lebih menekankan kelompok sosial yang berkembang didalam dunia maya. Bagaimana terciptanya kelompok-kelompok, bagaimana komunikasi kelompok dan bagaimana sebuah media kelompok di dunia maya mekontruksi pesan penggunanya.
Saverin dan tankard (2005) dalam bukunya teori komunikasi menjelaskan tentang teori komunikasi dunia maya, meliputi aspek aspek penting teori komunikasi dunia maya, yaitu
1. Konsep dasar komunikasi digital , cyber space, virtual reality (VR), komunitas maya (virtual community ) chat room, multy user domain (MUD), inter aktifitas , hypertext, dan multimedia
2. Gagasan McLuhan tentang perkembangan media baru (New media) melibatkan kesenjangan pengetahuan kredibilitas media penentuan agenda manfaat dan gratifikasi, pembauran inovasi dan lain lain.
3. Riset- riset baru pada komuniksai dunia maya yaitu mediamorfosis, riset tentang hypertext, riset multimedia, riset desain antar muka (komunikasi dua arah) riset eros digital atau cinta online, riset kecanduan internet dan depresi.
Konsep virtualitas dipandang sebagai sifat kemayaan yang tercipta akibat mekanisme jaringan komputer (cyberspace), akan tetapi melingkupi konsep maya dalam pengertian yang lebih luas, yang tercipta dalam ruang – ruang yang lebih luas. ( yasraf 2006 : 29)
Dikaitkan dengan sub judul diatas teori cybercommunity dianggab penting karena merumuskan sejauh mana teknologi informasi seperti sosial networking berperan serta menciptakan konsep nasionalisme kekinian dengan pembentukan kelompok dalam dunia maya. Dalam kelompok dunia maya banyak faktor yang membuat seseorang menikmati dinamina kelompok antara lain unsur ketidak sengajaan individu serta proses pencarian kelompok.
Didala dunia maya kelompok tidak mencari individu namun lebih kepada individu yang mencari kelompok. Terciptanya grub di ruang maya lebih menekankan minat individu untuk bergabung dengan kelompok yang sudah ada atau sebaliknya individu dapat menciptakan kelompok sesuai dengan keinginan dan minatnya.


Sumber : http://bayjagad.blogspot.co.id/2016/10/cyber-community.html

VIRTUAL COMMUNITIES UNTUK E-BUSINESS

Virtual Communities
Komunitas Virtual adalah tempat berkumpulnya orang danbisnis-bisnis yang tidak ada keberadaan secara fisik. Padaawalnya komunitas virtual berbentuk bulletin board systemdengan penghasilan pembayaran per bulannya sertapengiklanan. Pertama kali komunitas virtual adalah Usenet Newsgroup yang didirikan Duke University pada tahun 1979. Di era modern inikomunitas virtual berisikan web chat rooms danwebsite yang ditujukan untuk topic tertentu seperti pertukaraninformasi dan multimedia, serta sebagai sarana diskusiinteraksidan membentuk aktivitas relasi.

Early Web Communities
Berikut merupakan perkembangan secara kronologis  website-website yang merupakan komunitas virtual :

1985 : WELL (Whole Earth ‘lectronic Link)

1995 : Beverly Hills

1999 : Beverly Hills diakuisisi oleh Yahoo ! yangkemudian tahun 2009

1995 : Tripod

1995 : TheGlobe.com yang dikembangkan oleh Cornell University

Social Networking in The Second Wave of Online Communities
Website social networking merupakan sarana bagi individudalam membuat dan mempublikasikan profilmembuat daftarorang yang terkoneksi dengannya serta memantau koneksi oranglain. Beberapa contoh social networking adalah Six Degrees(1997), Friendster (2002), LinkedInMySPacedan Twitter.
Yang kedua adalah dalam bentuk blog (web blogs)merupakan website yang berisi komentar individual ataskejadian atau masalah-masalah tertentu. Web blog merupakanbentuk lain dari situs jejaring sosial yang mendorong aktivitasantar individudan pengunjung dapat memberikan komentar.
Yang ketiga adalah Virtual Learning Networksyaitumerupakan platform pembelajaran jarak jauh untuk interaksisiswa dan instruktur. Salah satu alat bantunya antara lain : papanbulletin, chat room, dan drawing boardsContoh dari situs iniseperti Moodle dan uPortal.
Yang terakhir adalah web portals yaitu situ yangmenggabungkan fitur jejaring sosial dan portal, kemudian padaumumnya menawarkan search enginedirektori, email gratis,berita dan laporan cuacaTerdapat elemen-elemen jejaring sosialseperti chat roomgamesdan fasilitas lain yang memungkinkanpengunjung berinteraksiContoh dari situs ini adalah Google,Yahoo !, AOL, dan MSN.

Revenue Models for Social Networking Sites
1.

Advertising-supported Social Networking Sites
Situs lebih kecil namun memiliki daya tarik khusus yang dapatmenarik pengunjung yang cukup untuk menghasilkanpendapatan iklan yang signifikan. Contohnya adalahicanhas.cheezburger.com.
2.

Mixed-revenue and Fee-for-service Social Networking Sites
Sebagian besar dari jejaring sosial mengandalkan iklan,beberapa mengenakan biaya untuk beberapa layanan khususseperti Yahoo ! dalam All-Star Games Package atau Yahoo !dalam Premium E-Mail ServiceMonetizing dari modelpendapatan ini adalah mengkonversi dari pengunjung menjadipelanggan yang membayar atau membeli jasa.
3.

Fee-based Social Networking
Contoh dalam model pendapatan ini adalah Google Answer.Dalam upaya untuk menguangkan jejaring sosiallalupertanyaan yang dijawab harus membayar di mana telahberoperasi dari tahun 2002 hingga 2006.
4.

Microlending Sites
Situs ini berfungsi sebagai tempat transaksi untuk kegiatankredit kecil/mikro. Microlending adalah praktik pinjamandengan jumlah uang yang sangat kecilmeminjamkan kepadaorang yang memulai usaha bisnis kecil dengan menggunakansystem jejaring sosial serta memberikan dukungan dan menekanuntuk membayar. Contoh dari situs ini adalah Kiva danMicroPlace.
5.

Internal Virtual Communities
Yaitu komunitas virtual yang menyediakan interaksi sosialantara karyawan organisasi dengan menggunakan jaringanintranet. Manfaatnya adalah hemat kertasakses mudahbaikuntuk karyawan yang terpisah secara geografis danmengkombinasikan teknologi first wave dengan teknologisecond wave.

Mobile Commerce
Salah satu proses komersil di dalam handphone atautelepon genggam adalah Short Message Service (SMS) yangmemungkinkan pengguna ponsel mengirim teks singkat satusama lainnya.
M-Commerce (Mobile Commercedi Jepang dan Asia Tenggara memiliki aktivitas bisnis online yang sangat besar,dimana mobile wallets ponsel berfungsi sebagai kartu kredit. M-Commerce mulai di Amerika pada tahun 2008 dengan beberapasmartphone seperti Apple iPhonePalm PreBlackberry dansmartphone yang menggunakan OS Android.

Sumber : http://ebusiness-pasti-a.blogspot.co.id/2013/10/virtual-communities.html

Virtual Community Untuk Hijaber Pada Situs www.diaryhijaber.com

Pada pertemuan mata kuliah Teknologi Komunikasi pada 14 Maret 2016 kemarin, Saya mendapatkan beberapa pengetahuan baru tentang media baru dengan komunitas atau yang biasa kita sebut dengan ‘Virtual Community in New Media’. Sebelumnya saya dan kelompok mendapatkan tugas untuk me-review chapter 2  karangan Nicholas W. Jankowski yang berjudul Creating Community with Media: History , Theories and Scientific Investigations dalam Handbook of New Media. Pada penjelasan yang ada di chapter ini ternyata new media terdiri dari tiga sketsa periode sejarah, yaitu gelombang pertama dari studi masyarakat dan media, kemudian gelombang kedua masyarakat dan media elektronik, dan yang terakhir adalah era internet. ‘New media’ ini pun dinilai dapat mengubah pola masyarakat, seperti interaksi masyarakat dimana berkembangnya zaman dan teknologi semakin maju dalam berinteraksi atau berkomunikasi, yaitu salah satunya dengan berkembangnya internet. Selain dapat mengubah pola masyarakat ‘New media’ juga berperan dalam terbentuknya virtual community yang menimbulkan beberapa efek dalam kehidupan manusia.
            Di era yang telah maju ini kita seakan telah dimanjakan dengan hadirnya ‘new media’ dalam kehidupan. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai alat komunikasi. Orang-orang sudah tidak perlu repot lagi dalam berkomunikasi, karena tanpa tatap muka pun kita juga masih bisa berinteraksi meskipun dalam jarak yang sangat berjauhan mau dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja dengan dibantu oleh jaringan internet.  Internet sendiri merupakan kumpulan dari jutaan komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain. Setelah terhubung dengan internet kita dapat melakukan beberapa hal, misalnya : mengirim dan menerima email, chatingdengan media text atau suara, melakukan video call dan masih banyak lagi.
Pengertian Virtual Community
            Pencetus istilah komunikasi virtual untuk yang pertama kalinya adalah Rheingold. Melalui bukunya mengenai The Virtual Community Homestanding on the Electronic Frontier(2000). Lalu, apakah ‘virtual community’ tersebut? virtual community merupakan sekumpulan individu yang memiliki minat yang sama. Virtual community ini biasanya beranggotakan kelompok atau masyarakat di dunia online. Kumpulan ini memiliki kebutuhan yang sama pada sebuah minat tertentu. Komunitas ini menjadi wadah untuk berkomunikasi yang nyaman bagi anggotanya untuk bersosialisasi online. Individu yang bergabung pada komunitas virtual ini pun sangat beragam. Di dalam virtual community pihak yang terlibat cenderung memiliki suatu identitas baru untuk berinteraksi sesamanya. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para anggotanya selain bisa menambah banyak teman, informasi terkini, bahkan setiap anggotanya bisa mencari pacar atau seseorang yang bisa dia kenal lewat virtual community.
 Setelah saya mengetahui makna dari virtual community ini maka yang muncul dalam benak saya adalah mungkin pada masa mendatang akan tercipta sebuah dunia virtual masa depan yang mana memungkinkan setiap orang meminimalisasi pergerakan dan perpindahan. Ia memungkinkan orang melakukan segala aktivitas, pertukaran dan transaksi sosial. Manusia seakan menganggap dunia nyata ini tidaklah seasyik pada dunia virtual. Bisa saja suatu saat nanti manusia akan merasa bosan dengan dunia nyata yang lebih virtual daripada dunia virtual itu sendiri maka manusia akan menciptakan dunia sendiri agar merasa nyaman.
Perbedaan komunitas dunia nyata dan dunia virtual
            Jika pada komunitas dunia nyata atau ‘Organic Community’ masing-masing anggota berinteraksi dengan bertatap muka guna mengenali karakter masing-masing individu, berbeda lagi dengan virtual community yang melakukan aktifitas tanpa adanya pertimbangan waktu dan tempat karena mereka hanya berhubungan lewat dunia maya dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Kebutuhan bertemu itu justru muncul karena dirasa setelah sekian lama komunitas virtual itu berjalan tapi sesama mereka tidak tahu ‘bentuk’ masing-masing anggota, karena itu lah kemudian diadakan gathering komunitas.


Setelah kita mengetahui penjabaran tentang virtual community, disini saya akan memberikan contoh bentuk nyata dari virtual community tersebut. Pada saat ini wanita berhijab atau yang saat ini lebih kita kenal sebagai hijaber sudah sangat banyak. Hijaber kekinian pun sudah bukan hanya dikalangan para remaja lagi namun  ibu-ibu pun kini telah tampil modis dan fashionable. Gaya hijab saat ini tidak hanya bermain dengan kreasi jilbab, namun juga pakaian yang semakin beraneka ragam. Begitu modern dan cantiknya gaya hijab ini sehingga banyak wanita yang senang menggunakannya. Para hijaber kekinian itu pun saat ini lebih suka untuk memposting gaya berhijabnya ke sebuah akun media sosial dengan tujuan agar dapat menginspirasi para hijaber lainnya. Hal inilah yang menimbulkan sebuah komunitas baru pada situs web tertentu yang memiliki kesamaan minat dan tujuan yang sama. Contoh nyata nya dapat kita lihat dari sebuah situs web www.diaryhijaber.com yang merupakan sebuah wadah  hijaber tanah air untuk  dapat berkreasi dan berbagi dengan sesama hijaber lainnya. Pada situs web ini para hijaber tanah air bisa mendapatkan berbagai informasi tentanglifestyle dan tutorials dalam berhijab, events, photo contest, sharing corner, serta motivasi islami. Saya yang hidup di era ‘new media’ ini pun juga ikut andil dalam kemudahan berinteraksi dengan sesama hijaber lainnya. Awalnya saya bergabung dengan situs ini karena salah satu postingan foto di instagram saya di tampilkan pada akun instagram diary hijaber. Kemudian saya pun membuat akun pada website www.diaryhijaber.com guna berbagi pengalaman dan lain sebagainya. Komunitas ini tidak hanya berinteraksi melalui social media namun diary hijaber juga mengadakan gathering / meet greet and share sesama komunitas  yang dihadiri oleh perkumpulan masing-masing anggota di kota besar Indonesia. Situs web diary hijaber pada terakhir saya akses pun telah diikuti oleh 7.688 member yang berada di 228 kota Indonesia. Namun virtual community ini tidak hanya memiliki dampak positif. Selain memberikan kita wadah baru dalam berkenalan dengan orang yang sebelumnya sama sekali tidak kita kenal, komunitas virtual pun juga memiliki kesulitan jika para anggota sedang tidak dalam suatu pemahaman yang sama. Misalnya karena perbedaan waktu dan tempat serta mood orang satu dengan lainnya bisa berbeda, terkadang menimbulkan beberapa konflik yang terjadi akibat pengkomunikasian yang dilakukan hanya melalui via teks. Hal-hal yang demikian bisa menimbulkan konflik baik internal manejemen maupun dengan anggota. Konflik ini bisa berakibat macam-macam; dari kapoknya anggota mampir di forum, pencabutan diri dari komunitas hingga putusnya tali silaturahim yang sudah terbina

Sumber : http://elgaflorentina.blogspot.co.id/2016/03/virtual-community-untuk-hijaber-pada.html